Tebar Aqiqah Bantu Korban Tanah Longsor Pacitan

Tebar Aqiqah Bantu Korban Tanah Longsor Pacitan

Basarnas bersama Tim SAR gabungan TNI/Polri dan sejumlah relawan menemukan tiga korban tanah longsor yang dilaporkan hilang dalam bencana di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dampak siklon tropis. Posko Informasi Basarnas Pos SAR Trenggalek, Senin (4/12), melaporkan tiga korban longsor yang ditemukan masing-masing adalah Inem (60), warga desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, pasangan suami istri Sarton (70), dan Sipon (65) warga Desa Ketro Kecamatan Tulakan.

Demikian Headline dari Portal Online Republika yang mengabarkan terkait terjadinya bencana tanah lonsor di Pacitan Jawa Timur yang dimuat pada Senin, 4 Desember 2017.

Berbagai bantuan mengalir deras diberikan kepada para korban bencana dari kaum muslimin yang peduli dengan saudara-saudaranya di Pacitan, Jawa Timur. Tebar Aqiqah sebagai layanan aqiqah hingga pelosok nusantara menfasilitasi para donatur yang mempunyai niat ingin beraqiqah dan disalurkan ke daerah bencana di sekitar Pacitan.

Hukum daging akikah sama dengan hukum daging kurban; baik dalam hal memakan, sedekah maupun larangan menjualbelikannya. Namun, berbeda dengan daging kurban, daging akikah yang hendak disedekahkan tersebut sebaiknya diberikan dalam kondisi sudah dimasak.

“Sunahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” (HR Baihaqi dari Aisyah RA).

Beberapa ulama juga berpendapat, selain diberikan kepada tetangga dan fakir miskin, daging akikah juga bisa diberikan kepada non-Muslim. Apalagi jika hal itu dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah.

Menurut Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, aqiqah yaitu sembelihan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat diberi anak yg dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran si bayi. Untuk bayi laki-laki 2 ekor kambing, sedangkan untuk bayi perempuan 1 ekor kambing.

Pelaksanaan Aqiqah di Pacitan dilaksanakan oleh Tebar Aqiqah bekerjasama dengan mitra pelaksana ISM Manggar Sari Pacitan Jawa Timur. Order yang masuk melalui admin Tebar Aqiqah selanjutnya diteruskan ke mitra untuk di proses. Ada tiga orang  donatur yang bermaksud menyalurkan aqiqahnya di lokasi bencana di Pacitan yaitu Ibu Anyta Ekaningsih binti Sudiro yang dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2017, Ananda Khayarra Ashalina binti Arief Rahman yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2017, dan ananda Alma Zea Nabila binti Sulistyo Biantoro yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2017.

Lokasi pelaksanaan aqiqah berlangsung di Desa Mantren Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. Lokasi sasaran merupakan masyarakat yang terkena dampak tanah longsor. Prosesi Aqiqah diawali dengan pemilihan hewan aqiqah sesuai dengan pemesanan donatur. Pemotongan hewan aqiqah dilaksanakan sesuai syar’i. Setelah hewan aqiqah selesai dipotong dan dicacah, selanjutnya dilakukan pengolahan oleh tim dapur menjadi hidangan berupa gulai. Acara tasyakuran aqiqah dilaksanakan pada malam harinya selepas isya yang dihadiri oleh masyarakat baik anak-anak maupun orang dewasa yang menjadi korban tanah longsor. Acara Tasyakuran dihadiri oleh sekitar 45 orang.

Betapa rasa syukur dan haru terpancar di wajah masyarakat penerima manfaat di desa mantren yang telah menjadi bagian dari terselenggaranya tasyakuran aqiqah.

Kami sampaikan terima kasih kepada Bapk/Ibu yang telah mempercayakan penyembelihan hewan aqiqahnya kepada Tebar Aqiqah Dompet Dhuafa. Semoga Allah SWT meridhoi aqiqahnya serta amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Aamiin YRA.

Jazakumullahu Khairan Katsiro

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.